Search

————— Armadillo Accounting ——————–

Software LENGKAP untuk kebutuhan managemen dan akuntansi (pembukuan) Toko Bangunan dan sejenisnya

Trend Pengusaha toko bangunan masa kini, ” BISNIS DALAM GENGGAMAN ” dalam arti sebenarnya

aor2014new

Untuk mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini, Radian Multi Prima sebagai pengembang system armadillo accounting dan variannya, tahun lalu (2013) meluncurkan produk ARMADILLO ONLINE REPORT, dimana dengan produk ini seorang pengusaha hanya dengan bantuan gadget berupa TAB maupun IPAD, bisa memantau laporan keuangan usahanya, dimanapun dia berada.

stock-footage-young-happy-man-with-tablet-computer-sitting-in-the-park

Karena sudah menjadi tujuan perusahaan Radian Multi Prima bahwa sasaran dari pengguna Armadillo adalah para pengusaha kelas menengah ke bawah, maka penerapan teknologi yang di gunakan pada Armadillo Online Report juga dipilih teknologi yang murah meriah. Read the rest of this entry »


Inilah alasan Mengapa Toko Bangunan / Material perlu komputerisasi (akuntansi)?

tb2Kebanyakan toko bangunan atau toko material di Indonesia (skala mikro dan kecil) masih menggunakan pencatatan administrasi dan keuangan secara sederhana (dan manual).
Sebagian pengusaha di bidang ini sering kali hanya membuat laporan kas masuk dan kas keluar secara umum. Untuk beberapa pengusaha mikro, memang yang paling utama yang harus ditangani dalam kesehariannya adalah masalah marketing (penjualan), artinya bagaimana caranya toko kita bisa terus melakukan dan meningkatkan penjualan setiap harinya.

Lain ceritanya dengan pengusaha skala kecil, biasanya masalah marketing sudah mulai tearatasi, sudah terjadi siklus penjualan yang bisa di harapkan kesinambungannya (Continuitas nya) sehingga kendala berikutnya adalah sulitnya melakukan kontrol barang dan piutang kepada para pelanggan, serta sulitnya mencari orang kepercayaan yang bisa ditunjuk sebagai pemegang kas (kasir).

Dari ketiga kendala ini saja sebenarnya sudah cukup merepotkan dalam mengatur Cash Flow (Arus Kas) , tapi biasanya dengan insting pengusaha yang mereka alami selama bertahun – tahun, para pengusaha tersebut tetap bisa mengatur sendiri cash flownya, meskipun tanpa mengetahui berapa keuntungan (laba) bersih yang diperoleh dan dengan tetap menerapkan metode “mengencangkan ikat pinggang”. Maka cash flow akan tetap bisa aman.

 

span style=”font-size:small;”>Tetapi pastinya cita-cita para pengusaha ingin usahanya tidak hanya berhenti sampai disini, pastinya mereka ingin mengembangkan usaha lebih maju lagi dengan memiliki banyak cabang sehingga akan lebih memperpanjang “titik aman” dalam usaha yang sedang dijalankan.

Oleh karena itu untuk mencapai hal itu, mereka berusaha untuk memecahkan masalah – masalah yang terjadi diatas.

Berikut adalah gambaran dari beberapa masalah yang terjadi saat usaha toko bangunan atau toko material sudah mencapai tingkat usaha kecil. (dalam arti masalah penjualan sudah bisa di atasi)

Masalah kontrol barang

Masalah kontrol barang ini merupakan masalah yang paling umum dan paling bisa membuat kerugian (atau memperkecil keuntungan) , karena rata-rata para pengusaha masih menggunakan metode physical (lihat artikel physical vs perpectual) , berikut beberapa masalah yang berhubungan dengan kontrol barang, mungkin Anda juga pernah mengalaminya pada usaha Anda.

  1. salah taruh

biasanya masalah ini terjadi saat ada seorang pelanggan yang akan membeli sesuatu , akan tetapi barang tersebut di lihat (ditempatnya) tidak ada, akan tetapi selang beberapa saat kemudian, barang tersebut di ketemukan di tempat (rak) lain. Tentu saja hal ini akan merugikan bagi kita selaku pengusaha, barang yang seharusnya sudah laku akan tetapi jadi belum laku karena kesalahan kita sendiri.

Hal ini sebenarnya bisa di hindari dengan menerapkan pencatatan kartu stock barang (keluar masuk) yang di gantung pada rak tempat barang tersebut di letakkan, sehingga kita bisa tahu berapa jumlah terakhir yang tertera di dalam kartu, artinya jika barang di rak tidak sesuai dengan jumlah yang ada di kartu barang, maka kita akan berusaha mencarikan barang tersebut untuk pelanggan. akan tetapi dalam prakteknya penulisan kartu barang yang tertib dan rapi secara manual amat sulit untuk di laksanakan. Untuk itulah alasan pertama harus melakukan komputerisasi di dalam usaha toko bangunan adalah untuk mengetahui jumlah barang secara real time (saat itu juga). Artinya jika ada pelanggan yang melakukan pemesanan via telephone, kita akan mengetahui dengan persis berapa jumlah barang yang kita punya yang di pesan oleh pelanggan kita tersebut.

Gambar 1.

Tampilan jumlah barang pada modul persediaan yang bergerak sesuai data penjualan dan pembelian secara otomatis

  1. Barang hilang (Seharusya ada berapa? sekarang tinggal berapa?)

Masalah berikutnya adalah kontrol barang yang berhubungan dengan kehilangan barang. Banyak hal sebagai penyebab hilangnya barang, mulai dari kesalahan hitung jumlah barang saat terjadi penjualan, (misal harusnya jual 2 buah akan tetapi diberikan 3 buah) sampai dengan kehilangan yang di sebabkan oleh kesengajaan para karyawan.

Jika variasi jenis barang yang ada hanya seratus atau dua ratus jenis, maka kemungkinan tidak akan ada masalah, akan tetapi kalau jumlah variasi jenis barang sudah mencapai angka lima ratus bahkan ribuan, maka tidak mungkin kita bisa mengontrol satu persatu jumlah barang dengan system manual. Ujung-ujungnya adalah kita menaruh kepercayaan yang tinggi pada karyawan kita agar tidak melakukan kecurangan, karena hanya itulah yang bisa dilakukan. Tapi dengan adanya system komputerisasi (seperti tampak pada gambar 1 diatas) seharusnya masalah ini dapat di hindari.

  1. Retur barang
    1. Apa benar barang yang di retur dari kita?

Jika kita mempunyai pelanggan yang sudah lama berbisnis dengan kita, maka masalah retur barang adalah suatu hal yang biasa terjadi, masalah timbul jika pelanggan kita tidak begitu jujur dalam bisnis.

Biasanya pelanggan kita bukan hanya pelanggan kita sendiri, akan tetapi dia juga pelanggan dari toko lain (yang kemungkinan adalah pesaing kita), masalah timbul dari sini, pelanggan tersebut kadang menyertakan barang lain yang bukan beli dari toko kita kedalam daftar retur barangnya, sehingga jumlah piutangnya akan berkurang lebih banyak, atau uang yang harus kita kembalikan jadi lebih besar.

Untuk mengatasi hal itu di dalam system komputerisasi terdapat dua filter untuk mengatasi hal tersebut, pertama adalah dari daftar penjualan yang sudah terarsip dan yang kedua adalah informasi dari kartu barang, untuk melacak apakah barang itu dari kita atau bukan.

Gambar 2

Daftar penjualan yang otomatis ter arsip saat kita mencetak nota penjualan

Gambar 3.

kartu barang yang ada secara otomatis saat kita melakukan penjualan dan pembelian barang Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.